Kelenjar Suprarenalis/Adrenal
Ditulis pada: Februari 15, 2019
1. Pengertian
Hormon
berasal dari kata Hormaein yang artinya memacu atau menggiatkan atau
merangsang. Dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang tidak terlalu banyak
(sedikit), tetapi jika kekurangan atau berlebihan akan mengakibatkan
hal yang tidak baik (kelainan seperti penyakit) sehingga dapat
mengganggu pertumbuhan dan perkembangan serta proses metabolisme tubuh.
Hormon merupakan senyawa kimia, berupa protein yang mempunyai fungsi
untuk memacu atau menggiatkan proses metabolisme tubuh. Dengan adanya
hormon dalam tubuh maka organ akan berfungsi menjadi lebih baik.
Hormon
adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar
buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran
sehingga sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti peredaran
darah ke seluruh tubuh. Apabila sampai pada suatu organ target, maka
hormon akan merangsang terjadinya perubahan. Pada umumnya pengaruh
hormon berbeda dengan saraf. Perubahan yang dikontrol oleh hormon
biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu panjang. Contohnya
pertumbuhan dan pemasakan seksual. Dalam tubuh manusia ada tujuh
kelenjar endokrin yang penting, yaitu hipofisis, tiroid, paratiroid,
kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium, dan testis.
Pada
makhluk hidup, khususnya manusia hormon dihasilkan oleh kelenjar yang
tersebar dalam tubuh. Cara kerja hormon di dalam tubuh tidak dapat
diketahui secara cepat perubahannya, akan tetapi memerlukan waktu yang
lama. Tidak seperti sistem saraf yang cara kerjanya dengan cepat dapat
dilihat perubahannya. Hal ini karena hormon yang dihasilkan akan
langsung diedarkan oleh darah melalui pembuluh darah, sehingga
memerlukan waktu yang panjang. Hormonologi yaitu ilmu yang mempelajari
mengenai seluk beluk hormon.
Pada
manusia, kelenjar anak ginjal, kelenjar adrenal (atau kelenjar
suprarenalis) adalah kelenjar endokrin berbentuk segitiga yang terletak
di atas ginjal (ad, "dekat" atau "di" + renes, "ginjal").
Secara
anatomi, kelenjar adrenal terletak di dalam tubuh, di sisi
anteriosuperior (depan-atas) ginjal. Pada manusia, kelenjar adrenal
terletak sejajar dengan tulang punggung thorax ke-12 dan mendapatkan
suplai darah dari arteri adrenalis. Tiap kelenjar berbobot sekitar 4
gram. Kelenjar ini berpasangan, masing-masing menempel di atas ginjal
sebagai topi.
Secara histologis, terbagi atas dua bagian yaitu medula dan korteks. Bagian korteks berbobot sekitar 90% massa kelenjar.
Kelenjar
adrenal yang sehat merupakan alat kecantikan yang paling baik di dunia.
Warna dan mutu kulit merupakan suatu tanda dari cara bekerja adrenal
itu. Fungsi adrenal yang normal memberikan warna kemerah-merahan dan
terang kepada kulit biarpun kulit itu berwarna gelap; kulit kelihatan
segar. Bila kulit nampak pucat, kisut, maka itu menandakan kurangnya
aktivitas adrenal. Kelenjar adrenal merupakan bagian dari suatu sistem
yang rumit yang menghasilkan hormon yang saling berkaitan.
Hipotalamus
menghasilkan CRH (Corticotrophin Releasing Hormone), yang merangsang
kelenjar hipofisa untuk melepaskan kortikotropin, yang mengatur
pembentukan kortikosteroid oleh kelenjar adrenal.
Fungsi
kelenjar adrenal bisa berhenti jika hipofisa maupun hipotalamus gagal
membentuk hormon yang dibutuhkan dalam jumlah yang sesuai. Kekurangan
atau kelebihan setiap hormon kelenjar adrenal bisa menyebabkan penyakit
yang serius yaitu Penyakit Addison.
Kelenjar dalam tubuh manusia dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :
a.
Kelenjar eksokrin yaitu kelenjar yang mempunyai saluran khusus dalam
penyaluran hasil sekretnya/getahnya. Contoh: kelenjar-kelenjar
pencernaan.
b.
Kelenjar endokrin yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus
dalam penyaluran hasil sekretnya/getahnya. Contoh: kelenjar hipofisis,
thyroid, thymus dll.
Kelenjar
adrenal yang juga dikenal sebagai kelenjar suprarenal adalah kelenjar
berbentuk segitiga yang terletak di atas ginjal.Kelenjar adrenal
termasuk dalam kategori kelenjar endokrin.Disebut kelenjar endokrin
karena kelenjar tersebut mengeluarkan hormon langsung ke dalam aliran
darah.
2. Bagian-bagian Kelenjar Adrenal
Kelenjar suprarenalis ini terbagi atas 2 bagian, yaitu :
Medula
adrenal berfungsi sebagai bagian dari system saraf otonom. Stimulasi
serabut saraf simpatik pra ganglion yang berjalan langsung ke dalam
sel-sel pada medulla adrenal aka menyebabkan pelepasan hormon
katekolamin yaitu epinephrine dan norepinephrine. Katekolamin mengatur
lintasan metabolic untuk meningkatkan katabolisme bahan bakar yang
tersimpan sehingga kebutuhan kalori dari sumber-sumber endogen
terpenuhi.
Efek
utama pelepasan epinephrine terlihat ketika seseorang dalam persiapan
untuk memenuhi suatu tantangan (respon Fight or Fligh). Katekolamin juga
menyebabkan pelepasan asam-asam lemak bebas, meningkatkan kecepatan
metabolic basal (BMR) dan menaikkan kadar glukosa darah.
Kelenjar
ini dasarnya merupakan modifikasi ganglion simpatis. Akson neuron
simpatis preganglion dating dari korda torakik melalui saraf spnknikus.
Akson ini bersinap pada medula adrenal dengan sel-sel posganglion
termodifikasi yang mengalami kehilangan aksonnya dan mensekresi bahan
kimia lansung kedalam aliran darah. Oleh karenanya medula adrenal dapat
dengansesuai ditinjau sebagai perpanjangan endokrin lengan simpatis dari
sistm saraf otonom (Barbara, 1996).
Medula
adrenal berfungsi sebagai bagian dari system saraf otonom. Stimulasi
serabut saraf simpatik preganglion yang berjalan lansung kedalam sel-sel
pada medula adrenal akan menyebabkan pelepasan hormone katekolamin,
yaitu epinefrin dan nonepinefrin. Katekolamin mengatur lintasan
metabolic untuk meningkatkan katabolisme bahan bakar yang tersimpan
sehingga kebutuhan kalori dari sumber-sumber endogen terpenuhi (Barbara,
1996).
Epinefrin
dan nonepinefrin yang disekresi oleh medula adrenal menyerupai efek
dari rabas massa dari neuron simpatis. Terlepas dari hal tersebut
keduanya menghasilkan beberapa aksi metabolic. Epinefrin dan
nonepinefrin juga dapat menghasilkan efek yang berlawanan dengan
menstimulasi reseptor-reseptor adrenergik pada sel-sel islet. Karena
efek banding dari kedua hormone pada reseptor-reseptor adrenergik. Hasil
akhirnya adalah bahwa epinefrin menaikan glukosa plasma lebih banyak
ketimbang nonepinefrin (Barbara, 1996).
Fungsi kelenjar suprarenalis bagian medula terdiri dari:
a. Vasokontriksi pembuluh darah perifer
b. Relaksasi bronkus
c. Kontraksi selaput lendir dan arteriole pada kulit sehingga berguna untuk mengurangi perdarahan pada operasi kecil.
Korteks
adrenal tersusun dari zona yaitu zona glomerulosa, zona fasikulata dan
zona retikularis Korteks adrenal menghasilkan hormon steroid yang
terdiri dari 3 kelompok hormon :
Glukokortikoid
Hormon
ini memiliki pengaruh yang penting terhadap metabolisme glukosa ;
peningkatan hidrokortison akan meningkatan kadar glukosa darah.
Glukokortikoiddisekresikan dari korteks adrenal sebagai reaksi terhadap
pelepasan ACTH dari lobus anterior hipofisis. Penurunan sekresi ACTH
akan mengurangi pelepasan glukokortikoid dari korteks adrenal.
Glukokortikoid
sering digunakan untuk menghambat respon inflamasi pada cedera jaringan
dan menekan manifestasi alergi. Efek samping glukokortikoid mencakup
kemungkinan timbulnya diabetes militus, osteoporosis, ulkus peptikum,
peningkatan pemecahan protein yang mengakibatkan atrofi otot serta
kesembuhan luka yang buruk dan redistribusi lemak tubuh. Dalam keadaan
berlebih glukokortikoid merupakan katabolisme protein, memecah protei
menjadi karbohidrat.
Mineralokortikoid
Mineralokortikoid
pada dasarnya bekerja pada tubulus renal dan epitelgastro intestinal
untuk meningkatkan absorpsi ion natrium dalam proses pertukaran untuk
mengeksresikan ion kalium atau hydrogen. Sekresi aldesteron hanya
sedikit dipengaruhi ACTH. Hormon ini terutama disekresikan sebagai
respon terhadap adanya angiotensin II dalam aliran darah. Kenaikan kadar
aldesteron menyebabkan peningkatan reabsorpsi natrium oleh ginjal dan
traktus gastro intestinal yang cederung memulihkan tekanan darah untuk
kembali normal. Pelepasan aldesteron juga ditingkatkan oleh
hiperglikemia. Aldesteron merupakan hormon primer untuk mengatuk
keseimbangan natrim jangka panjang.
Androgen
Androgen
dihasilkan oleh korteks adrenal, serta sekresinya didalam glandula
adrenalis dirangsang ACTH, mungkin dengan sinergisme gonadotropin.
Kelompok hormon androgen ini memberikan efek yang serupa dengan efek
hormon seks pria. Kelenjar adrenal dapat pula mensekresikan sejumlah
kecil estrogen atau hormon seks wanita. Sekresi androgen adrenal
dikendalikan oleh ACTH. Apabila disekresikan secara berlebihan,
maskulinisasi dapat terjadi seperti terlihat pada kelainan bawaan
defisiensi enzim tertentu. Keadaan ini disebut Sindrom Adreno Genital.
Bagian Kelenjar Adrenal
Tersusun atas 3 zona (Arnold. 1866):
a. Paling luar zona glomerulosa
b. Bagian tengah zona Faciculata
c. Bagian dalam zona reticularis
a. Zona Glomerulosa
§ Terdiri atas sel-sel epitel kecil berbentuk polygonal yang tersusun dalam kelompok membulat atau kolom melengkung.
§ Inti sel terwarna kuat, sitoplasma sedikit, mungkin mengandung lemak.
§ Sitoplasma banyak mengandung mikrotobuli, mitokondria yang memanjang dan reticulum endoplasmik granuler.
b. Zona Faciculata
§ Sel tersusun dalam bentuk kolom lurus setebal 2 sel .
§ Sel memiliki banyak fosfolipid, asam lemak, lemak dan kolesterol terhambat pada reticulum endoplasma agranuler
c. Zona reticularis
§ Terdiri atas percabangan dan penggabungan kolom yang terbentuk atas sel- sel yang membulat.
§ Sitoplasma mengandung retikulum endoplasma halus, sejumlah besar lisosom dan beberapa badan pigmen.
3. Hormon yang Dihasilkan Kelenjar Adrenal
Beberapa hormon penting yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal adalah sebagai berikut:
Hormon Aldosteron
Hormon
aldosteron disekresikan oleh zona glomerulosa (lapisan terluar) dari
korteks adrenal. Fungsi utama hormon ini adalah untuk mengatur jumlah
kalium dan natrium yang dilewatkan ke dalam urin. Produksi aldosteron
dikontrol oleh renin angiotensin system (RAS) atau renin angiotensin
aldosterone system (RAAS). Ini adalah sistem hormon yang mengatur
tekanan darah dan keseimbangan cairan dalam tubuh. Umumnya renin
diproduksi oleh ginjal saat tubuh kehilangan banyak garam dan air dari
tubuh. Renin pada gilirannya memicu produksi angiotensin yang pada
akhirnya merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon aldosteron.
Penurunan tekanan darah juga merangsang sekresi aldosteron. Jadi,
bersama dengan sistem renin angiotensin, aldosteron membantu ginjal
untuk mempertahankan mineral penting seperti sodium dan kalium.
Aldosteron juga dapat menyempitkan pembuluh darah oleh peningkatan
natrium dan retensi air, yang dengan demikian meningkatkan tekanan
darah.
Hidrokortison dan Kortikosteron
Kortikosteroid
dilepaskan dari daerah korteks kelenjar adrenal. Hormon kortikosteroid
yang disekresikan oleh kelenjar adrenal termasuk hormon hidrokortison
dan kortikosteron. Hidrokortison atau kortisol mengatur metabolisme
karbohidrat, protein, dan lemak. Hidrokortison dan kortikosteron
memainkan peran penting dalam mengatur respon inflamasi tubuh.
Kortikosteron juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan karenanya
dapat digunakan sebagai agen penekan kekebalan tubuh. Sekresi kedua
hormon ini dikendalikan oleh hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang
disekresikan oleh kelenjar hipofisis.
Androgenik Steroid
Androgenik
steroid atau androgen disekresi oleh zona reticularis (lapisan
terdalam) dari korteks adrenal. Androgen adalah hormon seks pria dan
bertanggung jawab untuk perkembangan karakteristik laki-laki. Hormon ini
memainkan peran penting dalam perkembangan organ seks laki-laki selama
fase embrio.
Epinefrin dan Norepinefrin
Kedua
hormon ini disekresikan oleh bagian dalam kelenjar adrenal yaitu medula
adrenal dan biasanya dikenal pula sebagai adrenalin. Epinefrin dan
norepinefrin disebut katekolamin karena disekresikan untuk merespon
kondisi stres fisik atau mental. Epinefrin, juga dikenal sebagai
adrenalin, memainkan peran penting dalam konversi glikogen menjadi
glukosa. Hormon ini juga diperlukan oleh tubuh untuk kelancaran arus
darah ke otak dan otot. Selain itu, epinefrin juga berperan meningkatkan
denyut jantung dan melemaskan otot polos paru-paru. Selain itu, hormon
ini juga memicu pelebaran pembuluh darah kecil di paru-paru, jantung,
ginjal, dan otot. Singkatnya, epinefrin membuat tubuh bersiap untuk
melakukan ‘pertempuran’. Seiring dengan epinefrin, norepinefrin juga
mengaktifkan mekanisme tubuh untuk respon melawan/melarikan diri.
4. Fungsi kelenjar suprarenalis
Fungsi kelenjar suprarenalis terdiri dari :
· Mengatur keseimbangan air,elektrolit dan garam-garam.
· Mengatur dan mempengaruhi metabolisme lemak,hidrat arang dan protein.
· Mempengaruhi aktivitas jaringan limfoid.
· Memacu aktivitas jantung dan menyempitkan pembuluh darah kulit dan kelenjar mukosa.
· Mengendurkan otot polos batang tenggorork sehingga melapangkan pernafasan.
· Mempengaruhi pemecahan glikogen (Glikogenesis) dalam hati sehingga menaikkan kadar gula darah.
